Friday, October 21, 2016

Bagaimana Baterai Menghasilkan Tenaga Listrik

Bagaimana Baterai Menghasilkan Tenaga Listrik




Ada dua cara untuk menghasilkan arus listrik untuk memperoleh daya. Daya dapat dihasilkan oleh mesin-mesin yang dinamakan dinamo atau generator dan oleh sel-sel baterai.

Sebuah sel baterai menghasilkan tenaga listrik dengan mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Sebagian dari energi kimia diubah menjadi panas dan sebagian lagi diubah menjadi arus listrik.

Ada dua jenis sel-sel baterai. Jenis pertama, yang dinamakan sel primer, tidak dapat diperbaharui jika habis kecuali dengan mengisi bahan-bahan kimianya kembali. Sel kering biasa (seperti pada lampu senter) adalah sel primer. Jenis lain, yang dinamakan "sel sekunder" dapat diisi kembali dengan mengalirkan arus listrik ke dalamnya. Aki yang digunakan untuk menjalankan mobil adalah sel-sel sekunder.

Baterai adalah sekelompok yang terdiri dari dua atau lebih sel-sel primer atau sekunder. Satu sel sering disebut baterai, tetapi ini tidak benar.

Berbagai zat kimia digunakan dalam sel-sel primer, tetapi prinsipnya selalu sama. Di dalam setiap sel primer terdapat elektroda-elektroda dan sebuah elektrolit. Elektroda-elektroda, atau unsur-unsur sel seperti namanya, mempunyai dua logam yang berbeda atau satu logam dan karbon. Elektrolit adalah cairan.

Salah satu dari unsur-unsur ini, yang dinamakan katoda, biasanya adalah seng. Yang lainnya dinamakan anoda, dan biasanya adalah karbon. Kekuatan kimia menyebabkan katoda larut dengan lambat di dalam elektrolit. Ini membuat elektron-elektron menjadi bebas. Sekarang jika terdapat suatu bidang, atau sirkuit, di mana elektron-elektron yang bebas ini dapat bergerak, elektron-elektron ini menghasilkan arus listrik. Jika kamu menghubungkan unsur-unsur dengan seutas kawat atau penghantar listrik lainnya, arus akan mengalir melaluinya dan kamu akan memperoleh tenaga listrik.

Aki sebenarnya tidak menyimpan tenaga listrik. Aki memperoleh dayanya dari perubahan-perubahan kimia, sama seperti semua jenis baterai lainnya. Satu perangkat lempengan di dalam aki terbuat dari timah peroksida. Kedua perangkat itu dicelupkan ke dalam asam sulfurik, dan keduanya secara perlahan-lahan berubah menjadi timah sulfat. Proses kimia inilah yang menghasilkan arus listrik di dalam aki. 

Apakah Hewan Hewan Bisa Saling Memahami Satu Sama Lain

Apakah Hewan-hewan Bisa Saling Memahami Satu Sama Lain




Jika kita bertanya dapatkah hewan-hewan berkomunikasi satu sama lain, yaitu menyampaikan pesan tertentu dengan isyarat atau suara, jawabannya adalah ya. Jika kita bertanya, dapatkah mereka berbicara satu sama lain seperti kita, jawabannya adalah tidak.

Bahkan di antara manusia, tidak semua komunikasi dilakukan dengan kata-kata. Kita mempunyai ungkapan-ungkapan untuk menunjukkan kemarahan, mengangkat bahu untuk menunjukkan ketidakpedulian, menganggukkan dan menggelengkan kepala, gerakan-gerakan dengan tangan, dan seterusnya. Banyak hewan membuat suara dan isyarat untuk melakukan hal yang sama.
Ketika induk ayam mengeluarkan suara yang keras atau membungkukkan badannya, semua anak-anaknya mengerti hal ini sebagai tanda bahaya. Ketika seekor kuda meringkik atau mengais-ngais tanah, kuda-kuda lain mendapat pesan. Beberapa hewan dapat mengikuti tanda atau isyarat yang sangat ringan yang diberikan oleh hewan lain. Ketika seekor burung hanya terbang ke suatu dahan untuk melihat-lihat ke sekitarnya, burung lain tidak bergerak. Tetapi jika seekor burung terbang dengan suatu cara, burung lain dapat mengetahui bahwa burung itu akan terbang jauh dan burung-burung lain itu akan mengikuti.

Anjing berkomunikasi dengan banyak cara. Mereka bukan hanya menyalak, tetapi juga menggonggong, menggeram, dan mendengking. Mereka mengangkat kaki, atau menunjukkan gigi. Anjing-anjing lain dapat memahami apa arti dari suara dan tindakan ini.

Hewan-hewan berkomunikasi satu sama lain bukan hanya dengan suara dan gerakan, tetapi dengan bau. Kebanyakan hewan yang hidup berkelompok bergantung pada bau agar dapat tetap bersama. Dan tentu saja, kita tahu bagaimana anjing mengenali satu sama lain melalui bau.

Kera dianggap salah satu hewan yang cerdas, namun mereka sebenarnya tidak mempunyai "bahasa" yang lebih baik daripada hewan-hewan lain. Mereka membuat banyak suara dan ekspresi wajah untuk menyampaikan perasaan marah atau lapar atau gembira, tetapi mereka tidak mempunyai sesuatu seperti kata-kata ucapan manusia.

Tidak seperti manusia yang harus belajar cara untuk berbicara, kera atau hewan lain mengetahui "bahasa" mereka berdasarkan naluri. Mereka akan membuat teriakan dan suara dan ekspresi yang benar sekali pun mereka tidak pernah melihat hewan lain seperti diri mereka sendiri sebelumnya.

Namun, burung-burung mempelajari cara-cara bernyanyi, setidak-tidaknya sebagian. Itulah sebabnya mengapa burung pipit yang dibesarkan di antara burung-burung kenari akan mencoba menyanyi seperti burung kenari. Burung itu telah mempelajari "bahasa" yang salah!

Apakah Hewan Hewan Bisa Tertawa Atau Menangis

Apakah Hewan-hewan Bisa Tertawa Atau Menangis




Jika kamu mempunyai hewan peliharaan, seperti kucing atau anjing, kamu mungkin menjadi begitu dekat dengan hewan itu sehingga lambat laun kamu hampir mengira hewan itu sebagai manusia. Yaitu, kamu mulai mengira ia dapat mengungkapkan bagaimana perasaannya dalam bentuk emosi-emosi manusia, seperti menangis, atau bahkan tertawa.

Tetapi hal itu sebenarnya tidaklah demikian. Menangis dan tertawa adalah cara-cara yang digunakan oleh manusia untuk mengungkapkan emosi-emosi dan tidak ada hewan yang dapat melakukan hal ini. Tentu saja kita mengetahui bahwa hewan-hewan dapat merengek dan mendengking ketika terluka, tetapi tangisan melibatkan keluarnya air mata yang mengiringi emosi ini, dan hewan-hewan tidak dapat melakukan hal ini.

Ini tidak berarti bahwa hewan-hewan tidak mempunyai cairan air mata di dalam mata mereka. Tetapi cairan itu digunakan untuk membasahi kornea mata. Yang dapat menangis hanyalah makhluk yang dapat berpikir dan memiliki kepekaan emosi. Bahkan anak-anak baru mulai menangis hanya setelah mereka belajar berpikir dan merasakan. Seorang bayi berteriak tetapi tidak menangis.

Tangisan adalah pengganti untuk berbicara. Jika kita tidak dapat mengatakan apa yang kita rasakan, kita menangis. Tangisan adalah refleks yang terjadi di luar diri kita dan hal itu membantu kita untuk mengeluarkan apa yang kita rasakan.

Tertawa juga adalah gejala yang manusiawi. Beberapa hewan dapat memberi kesan bahwa mereka sedang tertawa, tetapi hal itu sama sekali tidak seperti tawa manusia. Alasannya adalah bahwa manusia selalu menertawakan sesuatu, dan ini berarti bahwa proses mental atau emosi tertentu terlibat. Hewan-hewan tidak mampu melakukan proses mental atau tidak memiliki emosi.

Misalnya, ketika kita menertawakan suatu olok-olok atau pemandangan yang lucu, pikiran atau emosi kita membuat hal itu tampak menggelikan. Sebenarnya, ada banyak jenis tertawa dan ada banyak alasan mengapa kita tertawa. Kita dapat menertawakan hal yang menggelikan, pelawak, atau humor dan seterusnya. Bahkan kita dapat tertawa mencemooh.

Para ahli ilmu jiwa juga berpendapat bahwa tertawa adalah gejala sosial. Kita tertawa ketika kita menjadi bagian dari suatu kelompok yang menemukan sesuatu yang lucu. Tentu saja hewan-hewan tidak dapat memaksakan diri untuk tertawa karena salah satu dari alasan-alasan ini. 

Dapatkah Hewan Merasakan Makanan

Dapatkah Hewan-hewan Merasakan Makanan



Indera pengecap kita adalah sumber dari kesenangan yang besar bagi kita. Indera itu membuat makanan terasa nikmat. Tetapi kita mempunyai indera pengecap bukan hanya untuk memberi kita kesenangan, tetapi juga untuk melindungi kita. Indera itu sering kali mencegah kita agar tidak makan hal-hal yang dapat membahayakan diri kita.

Apakah proses pengecap itu? Proses pengecap adalah kemampuan untuk merasakan pengaruh molekul-molekul. Molekul-molekul yang bergerak ini merangsang syaraf-syaraf pengecap dan kita mengidentifikasi pesan yang kita terima sebagai memiliki cita rasa tertentu. Hanya zat-zat yang sudah menjadi larutan, yang atom-atomnya bergerak-gerak dengan bebas, yang dapat dikecap. Sepotong kaca, misalnya, tidak mempunyai cita rasa. Segala sesuatu yang menyebabkan molekul-molekul lebih banyak bergerak memperkuat cita rasa. Itulah sebabnya mengapa makanan yang panas mempunyai cita rasa yang lebih kuat daripada makanan yang dingin.

Rasa pertama kali diterima oleh pucuk-pucuk pengecap pada lidah, yang sebenarnya adalah syaraf-syaraf yang dibangun seperti pucuk-pucuk. Pucuk-pucuk pengecap itu mempunyai kemampuan khusus untuk menerima rasa tertentu yang kita namakan cita rasa.

Pada manusia dan hewan yang lebih tinggi, pucuk-pucuk pengecap ini terdapat pada lidah. Jumlah pucuk-pucuk pengecap sangat bervariasi, bergantung pada kebutuhan cita rasa yang dimiliki oleh jenis hewan tertentu. Misalnya, manusia adalah makhluk pengecap yang moderat. Kita memiliki kira-kira 3.000 pucuk pengecap. Seekor ikan paus yang menelan sekelompok ikan bahkan tanpa mengunyahnya, memiliki sedikit pucuk pengecap atau tidak memiliki sama sekali.

Anehnya, seekor babi, lebih istimewa dalam cita rasanya daripada manusia, dan mempunyai 5.500 pucuk cita rasa. Seekor sapi mempunyai 35.000 pucuk cita rasa, dan seekor kijang mempunyai sebanyak 50.000 pucuk cita rasa! Jadi, kamu tahu bahwa hewan-hewan bukan hanya dapat mengecap, melainkan juga beberapa dari hewan itu adalah pengecap yang lebih sensitif daripada manusia.

Hewan yang hidup di laut sering kali mempunyai pucuk-pucuk pengecap di seluruh tubuh mereka. Misalnya, ikan mengecap dengan seluruh permukaan tubuhnya, sampai ke ekor! Lalat dan kupu-kupu sebenarnya dapat mengecap dengan kaki mereka. Ketika tulang sendi kaki kupu-kupu menyentuh sesuatu yang manis, moncongnya langsung memanjang sehingga ia dapat menghisapnya.

Ular dan kadal menggunakan lidah mereka untuk mengecap, tetapi tidak seperti yang kita lakukan. Ujung lidah berkelip-kelip dan mengambil partikel-partikel. Ujung itu membawa partikel itu ke organ khusus yang terdapat pada atap mulut untuk mencium atau mengecap partikel itu! 

Bagaimana Kapal Selam Berada Dalam Air

Bagaimana Kapal Selam Berada Di Dalam Air




Prinsip dasar yang membuat kapal selam dapat menyelam atau muncul di permukaan adalah sangat sederhana. Kapal selam-kapal selam yang paling modern mempunyai dua lambung, atau badan. Balas air disimpan antara lambung bagian dalam dan lambung bagian luar, yang dapat dianggap sama dengan kerangka.

Ketika kapal selam siap untuk menyelam, katup-katup besar yang dikenal sebagai kingstons, yang terletak di dasar tangki balas, dibuka untuk membiarkannya masuk ke laut. Udara di dalam tangki keluar melalui katup-katup pada bagian atas, yang dikenal sebagai lubang-lubang angin. Kapal selam itu masuk ke dalam air! 

Ketika kapal selam siap untuk muncul ke permukaan, lubang-lubang angin ditutup dan tekanan udara didorong masuk ke dalam tangki-tangki. Hal ini meniup air kembali melalui kingstons, dan kapal selam itu pun naik. 

Agar kapal selam dapat menyelam dan muncul ke permukaan, ada kemudi-kemudi horisontal yang dipasang pada lambung kapal. Untuk mengemudikan kapal selam ketika bergerak ke atas, ada sebuah kemudi sama seperti kapal-kapal biasa.

Kapal selam dibagi oleh dinding-dinding pemisah yang bersilang, menjadi kompartemen-kompartemen. Untuk keluar dari satu kompartemen ke kompartemen lain, seseorang harus melalui pintu-pintu kedap air, yang dapat menutup dengan cepat. Semua kapal selam mempunyai lubang-lubang palka dan paru-paru pengaman untuk digunakan dalam keadaan darurat. 

Bagaimana kapal selam mengetahui ke mana kapal itu akan pergi? Observasi dilakukan dengan menggunakan periskop, yang terdiri dari tabung panjang yang dapat didorong ke atas dari bagian dalam kapal. Dengan menggunakan kombinasi prisma, seseorang yang berada pada ujung bawah periskop dapat melihat obyek-obyek di atas permukaan. Dengan memutar tabung periskop, ia dapat melihat semua pemandangan di samudera. 

Semua kapal selam juga mempunyai alat-alat pendengar yang dapat menangkap dan menempatkan suara kapal-kapal yang jauh, dan radar yang membuat kapal-kapal selam itu dapat menemukan obyek-obyek ketika berada di atas permukaan. 

Pada tahun 1951, kapal selam atom yang pertama di dunia dibuat, dan diluncurkan pada tanggal 21 Juli 1955.

Bagaimana Lampu Pijar Menghasilkan Cahaya

Bagaimana Lampu Pijar Menghasilkan Cahaya



Pada tahun 1880, seorang Inggris yang bernama Humphry Davy melakukan eksperimen-eksperimen tertentu dengan tenaga listrik. Ia mempunyai apa yang sekarang kita namakan baterai listrik, tetapi baterai itu sangat lemah. Ia menghubungkan kawat-kawat ke ujung-ujung baterai dan menempelkan sepotong karbon pada masing-masing dari ujung-ujung kawat yang bebas. Dengan menyentuh dua potong karbon bersama-sama dan menariknya agar terpisah, ia menghasilkan cahaya yang mendesis.

Ini dinamakan busur listrik, tetapi ini adalah bukti pertama bahwa cahaya listrik itu dapat dibuat. Davy juga mengganti dua potong karbon dengan kawat platina tipis yang menghubungkan kedua ujung kawat yang menuju kepada baterai. Ketika arus listrik melewati kawat platina itu, kawat menjadi panas dan mulai berpijar dan menghasilkan cahaya!

Kesulitan dengan cahaya-cahaya listrik sederhana ini adalah bahwa sumber tenaga listrik tidak cukup kuat. Jadi seorang murid Davy, Michael Faraday, mengadakan eksperimen yang mengarah kepada pengembangan generator-generator listrik. Dengan menggunakan mesin-mesin uap untuk menggerakkan generator-generator itu, ditemukan sumber-sumber tenaga listrik yang lebih baik.
Sementara itu, di Amerika Serikat, Thomas Edison mengadakan eksperimen dengan benang-benang karbon tipis. Ketika benang karbon, atau filamen, dipanaskan dengan mengalirkan arus listrik kepadanya, benang itu berpijar. Jika ini dilakukan di udara, karbon itu sendiri akan membakar. Jadi, Edison menaruhnya di dalam bola lampu kaca dan mengeluarkan udara dari dalamnya. Karena tidak ada oksigen di dalam bola lampu itu, karbon tidak dapat membakar. Bola lampu itu berpijar dengan terang dan padam secara sangat perlahan-lahan. Sekarang kita mempunyai lampu pijar listrik yang menghasilkan cahaya yang sangat terang.

Tetapi para ilmuwan mengetahui bahwa semakin filamen dipanaskan, semakin kuat cahaya yang dihasilkan. Jadi mereka mencari bahan-bahan yang dapat dipanaskan sampai suhu-suhu tinggi tanpa mencair. Salah satu dari bahan-bahan ini adalah tantalum, sebuah logam yang mencair pada suhu 5.160 derajat Fahrenheit. Logam itu diubah menjadi kawat-kawat halus dan digunakan untuk filamen-filamen lampu pada tahun 1905.

Sebuah logam yang bahkan lebih baik untuk filamen adalah tungsten, karena logam itu mencair pada suhu 6.100 derajat Fahrenheit. Pada mulanya tidak seorang pun yang dapat mengubah tungsten menjadi kawat dan memerlukan waktu selama bertahun-tahun untuk mengembangkan proses ini. Sekarang, lampu-lampu filamen tungsten adalah lampu-lampu yang paling banyak digunakan dan kira-kira 1.000.000.000 dari lampu-lampu itu dibuat di Amerika Serikat setiap tahunnya!

Kumpulan Kisah Islami

Keikhlasan Afiqa



Afiqa adalah, seorang gadis kecil yang ceria baru menginjak usia yang ke Lima tahun. Pada suatu sore, Afiqa diajak untuk menemani Ibunya berbelanja di sebuah supermarket. Setelah selesai sudah selesai berbelanja, saatnya Afiqa dan ibu mengantri di kasir untuk menunggu giliran membayar, ketika itu Afiqa melihat sebentuk kalung mutiara imitasi mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. 

Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Afiqa sangat ingin memilikinya. Namun... Afiqa Sadar, pasti Ibunya akan sangat berkeberatan. Karena Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji pada sang ibu untuk tidak meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli.
Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki berrenda yang cantik. Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya. 
"Ibu, bolehkah Afiqa memiliki kalung ini? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi... " 

Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Afiqa. Dibaliknya tertera harga Rp 20,000.
Dilihatnya mata Afiqa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten... 

"Oke ... Afiqa, kamu boleh memiliki Kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju ?" 
Afiqa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya. "Terimakasih..., Ibu" 

Afiqa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur.
Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab,kata ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau...

Setiap malam sebelum tidur, ayah Afiqa membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, 
Ayah bertanya " Afiqa..., Afiqa sayang Enggak sama Ayah ?"
"Tentu dong... Ayah pasti tahu kalau Afiqa sayang Ayah !"
"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu...
"Yah..., jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil "si Ratu" boneka kuda dari nenek... ! Itu kesayanganku juga
"Ya sudahlah sayang,... ngga apa-apa !". Ayah mencium pipi Afiqa sebelum keluar dari kamar Afiqa. 

Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi, " Afiqa..., Afiqa sayang nggak sih, sama Ayah?"
"Ayah, Ayah tahu bukan kalau Afiqa sayang sekali pada Ayah?".
"Kalau begitu, berikan pada Ayah Kalung mutiaramu."
"Jangan Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini.."Kata Afiqa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain.

Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk ke kamarnya, Afiqa sedang duduk di atas tempat tidurnya. Ketika didekati, Afiqa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam di atas pangkuan. air mata membasahi pipinya..."Ada apa Afiqa, kenapa Afiqa ?" Tanpa berucap sepatah pun, Afiqa membuka tangannya.

Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya" Kalau Ayah mau...ambillah kalung Afiqa " 
Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Afiqa. Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih...sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Afiqa..." Afiqa... ini untuk Afiqa. Sama bukan ? Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau"
Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Afiqa.

Demikian pula halnya dengan Allah S.W.T. terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Afiqa : Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan. Untuk itulah perlunya sikap ikhlas, karena kita yakin tidak akan Allah mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang lebih baik.


Hikmah

Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras (nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.